Kembali, kembali ku lebih memilih selembar kertas tuk menampung semua isi hatiku, karena ku tak tau lagi harus bercerita kepada siapa...
Atau mungkin karena ku tak punya siapa-siapa untuk mendengarkan ceritaku.
Entahlah, tapi mungkin juga karena ku tak terbiasa bercerita kepada orang lain......
Hari ini, menit ini, dan detik ini, kembali hatiku merasakan sesuatu yang sulit tuk diungkapkan, entah itu rasa rindu, benci, cemburu, galau, takut, sakit atau apalah, aku sudah tidak tahu lagi apa yang kurasakan.
Tiap mengingatnya slalu ku rasakan perasaan itu, rasa rindu..
Rasa iri dan sakit bila ku melihat dia memberikan sedikit perhatiannya, yang mana tak pernah dia berikan kepadaku,, mungkinkah ini cemburu???
Sedikit rasa benci yang tak seharusnya kusematkan dihatiku, kadang-kadang datang...
Galau, takut dan sedikit rasa egois pun hadir tuk menyesakkan dadaku dan membuatku menarik nafas panjang dan mengucap asma Sang Kuasa
“Ya Allah Ya Robbi”...
Banyak kata cinta telah terucap dari semua makhluk hidup yang ada di dunia ini, bahkan anak kecil pun mulai mengucapkan kata itu walaupun ia tak mengerti apa makna cinta.
Sebenarnya apa makna dari “CINTA”???
Banyak orang yang telah mencoba tuk mencari apa makna cinta dan salah satunya aku, berusaha mencari dan mengerti apa sebenarnya cinta, seperti apa cinta dan siapa yang aku cinta..
Dan sepertinya hanya perjalanan hidup dan sang waktu yang dapat menjawab semua itu..
.........................
Aku seorang Hawa yang sedang mencari Adamnya dan ku berharap Adamku itu adalah Dia yang selama beberapa tahun ini menghiasi hati dan membuat cerita dihidupku..
Sudah beberapa tahun ini ku mengenalnya, melewati indahnya masa sekolah dengannnya, menikmati segala rasa yang tercipta. Dan sampai sekarang pun kami bersama melewati indahnya masa SMA. Entah kenapa sepertinya Tuhan pun tak ingin memisahkan kami atau Tuhan sedang memberiku sebuah kesempatan. Melewati hari-hari dengannya tak membuatku berani mengungkapkan perasaanku. Rasa takut dan egois masih menguasai hati dan pikiranku hingga ku biarkan dia terikat dengan yang lain. Dan sepertinya sampai sekarang dia masih terikat dengan perempuan itu walaupun mereka tak lagi bersama. Akupun juga begitu, hatiku masih terikat dengannya, walaupun tak pernah ada hubungan antara kami. Memang aneh, tapi inilah kenyataannya, aku menyayanginya tapi sepertinya aku bukan orang yang dia sayangi. Aku merindukannya, tapi mungkin bukan aku yang ia rindukan disetiap waktunya.
Tlah kucoba tuk hilangkan rasa takutku agar kubisa lepaskan hatiku dari rasa yang sungguh menyiksa ini, tapi tetap saja aku masih terperangkap didalamnya. Entah sampai kapan ku sanggup tuk bertahan dalam kisah hati seperti ini.
Aku takut dan sungguh sangat takut tak dapat lagi melihatmu, karena selama ini yang dapat membuatku bertahan adalah melihatmu, melihatmu tersenyum dan melihatmu bahagia, tak perduli apapun yang kau lakukan kau selau bisa buatku tersenyum dan saat itu pula hatiku berteriak menginginkanmu.
Tapi semua itu kini hanyalah mimpi, mimpi yang tak pernah menjadi nyata. Selamat tinggal mimpiku, terima kasih kau telah membuat malamku menjadi lebih indah, semoga kita dapat bertemu di dunia lain, di dunia lain yang lebih abadi dimana aku menjadi Hawa-mu dan kau jadi Adam-ku.